Berita Terbaru

Diambil Alih KONI Sumsel Porprov 2017 Tetap Jalan

Dhennie Zainal wakil ketua umum KONI Sumsel saat pembukaan Rakor KONI Sumsel di Kota Prabumulih.

PALEMBANG - Pekan Olahraga Provinisi (Porprov) XI Sumsel 2017 tetap digelar. Sejatinya Pesta olahraga antar kabu/kota Se-Sumsel ini sudah dibatalkan karena Muara Enim sebagai tuan rumah tidak sanggup lantaran keterbatasan dana.

Oleh karena itu, Porprov ke-XI diambil alih oleh KONI Provinsi Sumatera Selatan. Dan kegiatannya akan dilaksanakan di Palembang pada November 2017.

“Jadi, berdasarkan Surat Keputusan dari H. Alex Noerdin sebagai Ketua Umum KONI Sumsel sekaligus Gubernur Provinsi Sumsel No.498/Set/KONI-SS/X/2016 yang dikeluarkan pada tanggal 31 Oktober lalu, bahwa Porprov tetap akan dilaksanakan tahun 2017,” ujar Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel Dhennie Zainal.

Berdasarkan hal tersebut diatas, kiranya KONI kabupaten/kota se-Sumatera Selatan dapat segera mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan  dengan penyelenggaraan Porprov 2017.

Sebelumnya, Gubernur telah memberikan edaran tentang pembatalan Porprov ini. Otomatis, kabupaten/kota tidak menganggaran untuk event dua tahunan tersebut. Sehingga dengan dikeluarkannya surat edaran ini, diharapkan kabupaten/kota melakukan persiapan. Baik atlet maupun pendanaan agar segera diajukan kepada pemerintah daerah masing-masing.

Ditambahkan Dhenie, Porprov kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Karena memberlakukan batasan usia. “Jadi untuk 2017 ini, maksimal usia atlet 21 tahun. Jadi Porprov kali ini sebagai ajang adu prestasi, bukan prestise. Jadi kita dapat mengetahui atlet-atlet bertalenta,” ucapnya.

Sehingga dengan diterapkannya bukan presstise.

 Untuk cabang olahraga yang dipertandingkan, berkisar antara 15 – 20 cabang olahraga. Mengacu kepada PON ke-XX 2020 di Papua. Jadi kalau sebelumnya di Muaraenim ada 23 cabang olahraga, kemungkinan ada tiga cabang olahraga yang tidak dipertandingkan. “”Nah tiga cabang olahraga itu apa saja, akan kita bahas pada rapat Porprov,” lanjutnya.

KONI Provisi Sumsel tetap mengapresiasi Muara Enim, meski membatalkan diri sebagai tuan rumah. “Jadi untuk menambah semarak pelaksannya nanti, Muara Enim yang sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah akan tetap melibatkan dilibatkan. Dengan cara kita mengambil api obor dari sumber panas bumi di daerah Semendo Muara Enim,” tandas dia. (ril)

Augie Bunyamin Pimpin IMI Sumsel

Dorong Percepat Sirkuit Moto GP

PALEMBANG - Augie Bunyamin Yahya terpilih sebagai ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumsel periode 2016-2020. Augie ,sapaan akranya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi  (Musprov) IMI Sumsel di Asrama Haji, Sabtu (29/10).

"Ini amanah. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan program IMI Sumsel kedepan lebih baik lagi," ujar Augie usai Musprov yang dibuka wakil ketua umum I KONI Provinsi Sumsel Dhennie Zainal SE, Utusan Kapolda Sumsel, Kabid Organisasi IMI Pusat Sutarto, dan Kabid Organisasi KONI Sumsel.

Lanjut pria yang juga direktur utama Hotel Swarna Dwipa Palembang ini tugas berat sudah memanti. Salah satunya menyongsong Moto GP 2018. "Moto GP merupakan kejuaraan balap paling bergengsi di dunia. Sangat beruntung Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah," akunya.

Dia berpendapat ,kepengurusan lama akan dirombak total. "Kita rubah pengurus yang memang berdidikasi pada otomotif dan mampu luangkan waktu untuk otomotif," tutur ketua harian IMI Sumsel periode 2012-2016 ini.

Pihaknya juga ingin meningkatkan SDM.  "Kami                      sudah komunikasi dengan PP IMI agar kedepan untuk lisensi baik roda dua maupun roda empat lebih banyak. Kita juga minta work shop pada PP IMI agar klub klub dari Sumsel di priorotaskan. Kami akan fasilitasi klub dan komunikasi pada PP IMI. Minimal setahun sekali laksanakan workshop. Dengan demikian tidak ada lagi tumpang tindih pada saat lomba," terang dia.

Hal paling utama lanjut dia mambantu guberbur Sumsel H Alex Noerdin percepat pembangunan sirkuit Moto GP. "Kita akan selalu dapat berkolaborasi dengan PP IMI. Tidak hanya saya namun teman-teman semua harus dapat komunikasi. Insya Allah pada saat peletakan batu pertama oleh gubernur awal 2017 dan kita akan mendampingi secara langsung bersama klub-klub anggota IMI. Karena gubernur juga minta dukungan anggota klub IMI Sumsel. Dua tahun kedepan saya menjanjikan predikat IMI terbaik. Insya Allah kita akan imi Sumsel yang terbaik di Indonesia," tegas dia.

Sementara itu Haristian panitia pelaksana mengatakan tujuan dari Musprov sendiri untuk konsolidasi organisasi menuju IMI World Class. "Mendukung olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif Sumsel," terang Ican ,sapaan akrabnya.

Terpisah Sutarto ketua bidang organisasi IMI Pusat berharap kepengurusan IMI Sumsel kedepan dapat memajukan otomotif. "Permasalahan bagaimana menyatukan visi dan misi menyongsong Moto GP 2018. Satu hal lagi kita nanti ada work shop secara berkala, kami berharap bisa meningkatkan prestasi," pungkas dia.

Musprov IMI Sumsel cukup istimewa. Karena hadir beberapa ketua umum IMI provinsi. Seperti IMI Bengkulu, Babel, Jambi, serta Jateng. "Ini mencatatkan sejarah musprov cabor bisa dihadiri IMI daerah lain," terang  Dhennie Zainal wakil ketua I KONI Sumsel yang membuka Musprov IMI Sumsel.

Menunutnya tugas IMI kedepan sangat berat. Artinya semua harus saling bahu membahu. "Mudah-mudahan kepengurusan IMI Sumsel kedepan tetap solid. Orang-orang yang masuk kepengurusan benar-benar yang mau berkompeten. Jangan pengurus tapi malah minta diurusi," terang dia.

Hanya memberitahu kepengurusan IMI Sumsel periode 2012-2016 sudah habis masa. Ketua umum sebelumnya H Budi Antoni Aljufri. Acara musprov IMI Sumsel didukung Kawasaki, Bank SumselBabel dan PT Bukit Asam. (asa)

Ribuan Peserta Ramaikan Lari 10K HUT KONI ke 78

PRABUMULIH -KONI Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Prabumulih mengelar HUT KONI ke-78 dan HUT Kota Prabumulih ke-15.

Acara puncak peringatan HUT KONI dan Prabumulih ini digelar di Prabu Jaya, Minggu (16/10).

Peringatan HUT KONI ke-78 dan HUT Prabumulih ke-15 ini dimulai dengan lari 10 K, start dari depan Hotel Central City dan finish di Prabujaya.

Pelepasan peserta lari 10 K dilakukan oleh Asisten IV Provinsi Sumatera Selatan Joko Iman Santoso, Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya dan Wakil Ketua I KONI Sumsel Dhennie Zainal.
 
Peserta yang ikut dalam lari 10 K ini diikuti terbilang cukup banyak karena diikuti 1474 orang.

"Peserta lari 10 K ini datang dari Kota Prabumulih, Banyuasin, Musi banyuasin, Palembang, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, PALI, Pagaralam OKU, Musi Rawas, dan Lubuklinggau," kata Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya, Minggu (6/10).

Pada rangkaian HUT Kota Prabumulih tahun ini terasa sangat spesial, karena berbarangan dengan peringatan HUT KONI Sumsel.

Rangkaian acara pun sangat kental dengan olahraga. Tak hanya lari 10 K saja, pemerintah Prabumulih juga mengelar senam bersama di Prabu Jaya. Artis ibu kota Liza Natalia menjadi instruktur menjadi magnet sendiri sehingga peserta senam membludak.

Disela senam, Pemerintah Prabumulih menarik undian dengan puluhan hadiah, mulai dari motor, sepeda, kipas angin dan alat-alat rumah tangga.

Asisten IV Provinsi Sumatera Selatan Joko Iman Santoso, mengapresiasi seluruh kegiatan yang dilakukan pemerintah Prabumulih.

"Tadi lari 10 K diikuti ribuan peserta, senam pun kita lihat sangat banyak," ucapnya.

Masyarakat Prabumulih sangat antusias menyambut hari jadi Kota Prabumulih serta HUT KONI ke-78.

"Ini peringatan HUT KONI dan Prabumulih yang sangat meriah dan bermanfaat," ucapnya.

Ditempat yang sama Ketua PASI Sumsel Robby Kurniawan menambahkan, lari 10 K yang digelar dalam peringatan HUT KONI Sumsel ke-78 dan HUT Prabumulih ke-15, akan dimanfaatkan untuk melihat atlet berbakat daerah.

"Event seperti ini sudah lama kita tunggu, kita akan melihat dan akan mengambil atlet yang berbakat untuk dibina," ucapnya.

Pada lari 10 K tadi, ada dua kategori kelas umum dan pelajar. Dalam hal ini, pihaknya akan memfokuskan pantauan pada kategori pelajar karena dianggap punya prosfek yang cerah bila terus diasah.

"Kita akan ambil dan bina sebagai regenerasi atlet atletik," ucapnya. (humas Koni)

Porprov 2017 Diserahkn ke KONI Sumsel

PRABUMULIH - Penggurus KONI Sumsel mengelar rapat koordinasi dengan penggurus KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan di Rumah Dinas Walikota Palembang, Sabtu (16/10) malam.

Salah satu bahasan rapat ini tentang surat Bupati Muara Enim yang dilayangkan penggurus KONI Kabuten/Kota di Sumsel menyatakan mundur menjadi tuan rumah Porprov 2017.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel Dhennie Zainal, Wakil Ketua Umum III I Gede Surya Negara, Sekum A. Taqwa, Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Syamsurramel, Wakil Ketua I Bidang Penelitian dan Pengembangan Iyakrus, mendengar masukan dari penggurus KONI Kabupaten/kota terkait Porprov Sumsel 2017.

Beberapa masukan pun disampaikan, seperti dari penggurus KONI Prabumulih yang meminta Porprov Sumsel digelar di Palembang saja.

Ogan Ilir beda lagi, mereka memberikan masukkan pada KONI Sumsel supaya Porprov sebaiknya tetap digelar di Muara Enim bekerja sama dengan Kabupaten terdekat seperti Lahat.

Tapi bila opsi ini pun tak berhasil, sebaiknya diambil alih KONI Sumsel. 

KONI OKUS pun meminta KONI Sumsel tegas sebagai yang punya hajatan. Bila Muara Enim tak sangup maka harus cepat mengambil keputusan sehingga tidak berlarut.

Setelah itu, satu persatu penggurus menyampaikan masukannya, permintaan hampir sama Porprov 2017 harus tetap berjalan dengan diambil alih KONI Sumsel.

"Jadi disepakati Porprov Sumsel tetap digelar tahun 2017, dan akan diserahkan ke KONI Sumsel," kata Wakil Ketua Umum I Dhennie Zainal saat rapat.

Untuk cabor yang akan dipertandingkan nanti akan dibahas lebih detail lagi cabor yang akan dimainkan.

Tapi setidaknya minimal 15 cabor yang menjadi unggulan Sumsel selama ini, tapi lantaran di ambil KONI Sumsel tentu akan lebih.

"Secepatnya akan ada surat edaran tentang kesimpulan bersama, kita akan sampaikan dulu hasil rapat ini pada Ketum KONI H Alex Noerdin dan Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar," jelasnya. 

Lebih jauh Dhennie menjelaskan, sebelumnya Bupati Muara Enim meminta supaya Porprov ditunda setelah Asian Games 2018.

"Kita coba komunikasi dan meminta tetap di Muara Enim dengan menawarkan opsi KONI Sumsel akan membantu pembiayaan, pembukaan tuan rumah, penutupan kita, yang lainpun kita siap seperti panitia atau yang lainnya," katanya.

Tapi Muara Enim masih bersikuku meminta atau mundur jadi tuan rumah Porprov 2017.

Hingga pada akhirnya ada surat edaran ke KONI se-Sumsel terakit ketidak sanguppan Muara Enim menjadi tuan rumah.

"Jadi kita cari alternatif lain supaya Porprov tahun depan tetap berjalan," tandasnya. (Humas KONI SUMSEL)

Sekda Lepas 126 Atlet Peparnas

 

PALEMBANG - Sekda provinsi Sumatera Selatan melepas 126 Atlet difabel yang akan turun di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat, 15-24 Oktober 2016.

Atlet ini akan turun sepuluh cabor yakni atletik, angkat berat, bulutangkis, bowling, catur, goal ball, judo, panahan, renang, dan tenis meja.

"Kita targetkan dapatkan 31 medali emas, karena target kita berada diperingkat kelima sampai kedelapan," ucap Ketua National Paralympic Committe (NPC) Sumsel Rian Yohwari disela pelepasan atlet Peparnas di Wisma Atlet, Selasa (11/10).

Dari kesepuluh cabor ini, kontingen Sumsel mengandalkan atletik, catur, renang, catur, tenis meja, dan bulutangkis.

"Apalagi kita punya 13 atlet ikut pelatnas, dari cabor atletik dan renang," ucapnya.

Masih kata Rian, di Paralimpik di Jabar, atlet dari Riau bisa menjadi batu ganjalan bagi Sumsel.

Riau punya atlet yang tangguh. Mereka juga melakukan persiapan yang matang.

"Tapi kita tentu siap karena persiapan kita sudah lama, TC di Palembang dua bulan, sebelumnya tiap cabor melakukan TC sendiri selama lima bulan," jelasnya.

Sementara terkait kecurangan yang mungkin terjadi seperti PON Jabar beberapa waktu lalu yang dilakukan tuan rumah, pihaknya sama sekali tidak khawatir.

Pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk meminimalisir kecurangan itu.

"Paling sering jadi celah untuk menghalangi atlet tampil yakni klasifikasi," katanya.

Klasifikasi paling rawan untuk dimainkan pihak tertentu untuk menganjal pesaingnya. Tapi kali ini klasifikasi dilakukan tidak di Jabar sebagai tuan rumah, melainkan di daerah masing-masing.

"Jadi atlet kita klasifikasi di sini, tak ada masalah, semua bisa turun," ucapnya.

Technical Delegate Manager kontingen Peparnas Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo menambahkan, jika dirinya telah melakukan pencegahan sebelum hal tersebut terjadi. Ia tak ingin semangat para olahragawan yang akan berlaga dinodai oleh kepentingan yang tak perlu.

"Tentu kita waspada, kita antisipasi di Technical Meeting dan nanti akan disepakati apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Fair play tetap kita junjung tinggi," katanya.

Terakhir dia berpesan pada atlet Sumsel untuk berusaha keras meraih medali emas. (Humas KONI Sumsel)

Minim Anggaran Porprov XI Batal

PALEMBANG - Minimnya anggaran yang melilit Pemerintah Daerah (Pemda), telah menyebabkan event olahraga yang rutin digelar di Provinsi Sumatera Selatan. Pekan Olahraga Provinsi (Prorprov) Sumsel ke-11 yang rencananya digelar di Kabupaten Muaraenim dipastikan tidak akan digelar. Pasalnya, anggaran tidak mencukupi menggelar event tersebut.

Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Najib mengatakan, Porprov yang akan diselenggarakan di Kabupaten Muaraenim bakal diundur, dan akan diselenggarakan pada 2018 mendatang.

"Porprov muaraenim ditunda sampai asian games. Ada kesulitan pendanaan," ungkapnya dilansir RMol, kemarin.

Dia menambahkan, penundaan porprov berdasarkan surat yang disampaikan Gubernur Sumsel pada 19 September lalu bahwa adanya penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2017.

Saat ditanyakan mengenai anggaran yang diperlukan dalam penyelenggaraan Porprov ke-11 di Kabupaten Muaraenim. Najib menyebutkan, anggaran yang diperlukan relatif berbeda-beda, atau menyesuaikan dengan kemampuan daerah.

"Kami akan melakukan penjadwalan ulang dan dilaksanakan kembali belum tahu, yang jelas setelah pelaksanaan Asian Games dan kondisi keuangan membaik," tegasnya.  (rel)

Selamat PS OKU Timur Juara Suratin

PALEMBANG - Keseblasan PS OKU Timur sukses menjuarai Suratin Cup 2016 setelah di pertandingan final skuad besutan pelatih Joko Nugroho itu mengalahkan Persimuba melalui drama adu penalti 5-4 pasca bermain imbang 1-1 di waktu normal. 

Bermain di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Sabtu (1/9)  PS OKU Timur terlebih dahulu tertinggal dari Persimuba melalui gol kapten Persimuba Yoan. P menit 24, hingga turun minum babak pertama Laskar "Mati Dem Asal Top" unggul 1-0.

Kemenanagan yang cukup dramatis bagi tim asuhan Joko Nugroho, mengingat timnya harus tertinggal lebih dahulu lewat gol 
Babak kedua menit 65", PS OKU Timur nyaris bisa menyamakan kesempatan, setelah wasit Eggi Fikrianto  menunjuk titik putih. Sayang, kiper Persimuba Veri tampil gemilang dengan menggagalkan pinalti yang dieksekusi Ivan Dermawan.

PS OKU Timur akhirnya benar-benar bisa menyamakan, lewat sepakan terukur kapten Adi Fathur Rohman menit 75". Skor 1-1 babak kedua, akhirnya dilanjutkan lewat adu tos-tosan. Kiper PS OKU Timur jadi man off the match setelah mampu menggagalkan dua eksekutor Persimuba Firman Putra dan Nando Sanjaya. PS OKU Timur akhirnya menang 5-4.

"Hari ini saya sangat puas dengan penampilan anak-anak. Yah, memang secara kualitas  Persimuba lebih unggul . Namun, dengan motivasi besar mereka dipertandingan tadi, bisa membalikan kedudukan," kata pelatih PS OKU Timur Joko Nugroho.

Kemenangan yang cukup di anti, Adi Fathur cs mengingat beberapa tahun terakhir PS OKU Timur hanya selalu berada di peringkat ke tiga." Evalusai tentunya masih ada di beberapa posisi. Mungkin tahun depan akan ada perobakan skitar tiga pemain, demi kembali mengejar tarket juara kedepan," kata dia.

Sementara itu, pelatih Perimuba Hedri Wijaksana mengakui kegemilangan tim PS OKU Timur."Yah, sepakbola tidak bisa di baca. Kami bisa unggul lebih dahulu, tetapi dewi fortuina belum berpihak pada kita. Selamat untuk PS OKU Timur," tutur Hendri.

PS OKU Timur Berhak atas uang pembinaan Rp 10 Juta, trofi pembinaan dan sertifikat. Sementara, juara kedua Persimuba  di ganjar dengan uang tunai Rp 5 Juta, troifi pembinaan, serifikat. Juara tiga PS Pali di ganjar Rp5 juta, trofi pembinaan , dan sertifikat.

Sementara itu Ketua Asrov PSSI Sumsel Musni Wijaya, mengatkan event yang dilaksanakan sepanjang 1,5 bulan berjalan dengan baik." Bagi PS OKU Timur dan PS AD, kita harapkan bisa kembali mempersiapkan diri. Karena tantangan mereka akan lebih berat level nasional Oktober nanti," kata Musni.

Sementara itu, di liga Nusantara nasib baik juga sepertinya belum berpihak bagi Persimuba. Di laga final, Persimuba dikalahkan PSAD menang tipis dengan skor 1-0. Sedangkan juara ketiga diraih Persimura. 

"Kita ucapkan selamat kepada kedua tim. Bagi tim juara akan mewakili Sumsel, PSAD di liga Nusantara, PS OKUT di Piala Suratin. Harapan kita, semoga persepakbolaan Sumsel bisa lebih baik dan lebih berprestasi," katanya.

Sementara itu, perwakilan GTS Ratu Tisa selaku penyelenggara mengaku cukup surprise dengan pertandingan final di Palembang. Menurutnya, gol indah yang disarankan pemain PS OKUT cukup menghibur. 

"Kita ingin mengukur hasil pembinaan setiap daerah lewat kompetisi. Dan saya memang tidak bisa bicara banyak karena tidak menonton dari awal. Tapi, melihat hasil final ini saya cukup terhibur keduanya sangat ngotot. Ditambah gol cantik tadi," kata Tisa. (rel)

Dua Rekor Muri Warnai HUT KONI

PALEMBANG - Ada yang berbeda tampaknya pada Hari Ulang Tahun (HUT) KONI Sumsel ke 78 yang bakal digelar pada 15 Oktober 2016 yang akan datang.

Pasalnya, gelaran milad induk olahraga Sumatera Selatan ini akan diduetkan dengan milad Kota Prabumulih ke-15 dengan diwarnai dua rekor muri.

Muri pertama adalah pemberian hizbat nikah 2500 pasangan nikah secara gratis dan pemberian 10 rumah perbulan secara gratis tanpa dana Pemerintah kepada masyarakat.

Hal ini tentu tidak menyurutkan semangat Sumatera Selatan dalam rangka momentum jelang Asian Games 2018 untuk lebih dekat lagi ke masyarakat.

"Ya, hari ini kita meninjau kesiapan tuan rumah Prabumulih bersama Pak Ridho (Walikota Prabumulih-red), yang nantinya juga langsung dihadiri Pak Gubernur Sumsel Pak Alex Noerdin," ujar Wakil Ketua KONI Sumsel Dhenie Zainal dalam lawatan kesiapan HUT KONI di Seinggok Sepemunyian, Selasa (4/10).

Tak lupa sambung Dhenie dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Prabumulih yang tak mengira event milad HUT KONI akan dihelat semeriah mungkin.

Tidak terlalu berlebihan dikatakan Dhenie jika milad KONI kali ini menjadi pagelaran termeriah sepanjang HUT KONI selama ini.

Kunjungan tersebut langsung disambut Walikota Prabumulih Ridho Yahya, Sekda dan jajaran Pemerintahan Kota Nanas ini dengan mengunjungi Taman Kota di Prabu Jaya sebagai pusat milad kedua event ini.

"Nanti selain ada dua rekor muri, kita akan ajak Pak Gubernur menyaksikan sekaligus sarapan pagi dengan 400 grobak untuk masyarakat gratis," tutur Ridho.

Ridho memastikan gelaran HUT KONI akan berlangsung meriah karena nanti akan diikuti oleh ribuan masyarakat yang senam bersama oleh intruktur level nasional Liza Natalia.

Event ini diawali dengan pagi hari operasi semut dilanjutkan senam bersama masyarakat sekaligus seremonial dan sarapan ala kedekatan masyarakat di 400 grobak di Taman Kota Prabumulih. 

"Disini tidak ada acara saja kalau pagi selalu ramai, apalagi ini ada acara. Jadi kami ingin selain hikmat. Ini juga menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat langsung," pungkasnya. (rel)

Kontingen PON Sumsel Dikukuhkan 9 September

PALEMBANG,- KONI Sumsel belum bisa pastikan jumlah atlet Sumsel yang akan berjuang ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar) 2016, 17-29 September nanti. Sebab falidasi data atlet baru akan dikeluarkan Pengurus Besar (PB) PON, 11 Agustus.

"Ya, besok kita baru tahu berapa total jumlah atlet kita yang disahkan PB PON," kata Taufik Arif sekretaris pelatihan daerah (Pelatda) KONI Sumsel didampingi wakil sekretaris KONI Sumsel Densyah, dan wakil ketua bidang pembinaan prestasi Syamsul Ramel,  usai rapat persiapan keberangkatan kontingen Sumsel menuju PON di Aula KONI Sumsel, Rabu (10/8) siang.

Sebelumnya ada beberapa masalah falidasi atlet. Misal cabang olahraga balap motor. Dimana dari dua atlet yang lolos hanya satu yang disahkan PB PON. 

Kemudian tangkai olahraga terbang layang nama-nama atlet Sumsel masuk ke Riau. Dan sebaliknya atlet Riau terdaftar sebagai atlet Sumsel. "Karena itu kami layangkan surat ke PB PON untuk merevisi. Namun, tidak semua cabor bermasalah misal sepak bola 24 atlet yang didaftarkan semua fik," tambah dia.

Lanut Taufik ,sapaan akrabnya, setelah falidasi atlet maka kontongan dapa kepastian berapa cabor, jumlah atlet, serta ofisial. "Karena 18 Agustus kita akan lakukan kontrak dengan PB PON. Berapa kita harus menyetor dan berapa banyak kepala (orang) yang ditanggung PB PON, naik konsumsi maupun akomodasi," tambah dia.

Untuk persiapan kontingen termasuk pendanaan Taufik berharap seminggu kedepan kelar. "Kita Insya Allah doakan saja dalam seminggu kedepan kelar, termasuk masalah kebenrangkatan. Kami yakin para atlet tetap semangat dan termotovasi," tambah dia.

Ditambahkan Taufik kontingen Sumsel akan dikukuhkan 9 September nanti di plataran depan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. "Momennya tepat bersamaan dengan hari olahraga nasional (Haornas). Jadi nanti juga akan ada penghargaan atlet, pelatih dan pembina olahraga terbaik," tukas dia. (rel)

Sekum KONI Sumsel Gelar Halal Bihalal

PALEMBANG – Sekretaris Umum KONI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Direktur Politekhnik Negeri Sriwijaya (Polsri) Ahmad Taqwa, menggelar silaturahmi halal bihalal hari raya IdulFitri 1437 Hijriyah bersama jajaran pengurus KONI Sumsel, di kediamannya Perumahan Bukit Sejahtera Blok W nomor 7 Selasa siang (12/7).

Hadir dalam kegiatan tersebut, ketua Harian KONI Sumsel H Nasrun Umur, Wakil Sekretaris Umum II Densyah, Ketua Bidang Organisasi H Asdit Abdullah, Ketua Bidang Pendidikan dan penataran Meirizal, Ketua Bidang Industri Olahraga dan Pengembangan Usaha Nirmala Dewi, jajaran ketua dan wakil ketua bidang, beserta seluruh staf KONI Sumsel lainnya.

Suasana acara halal bihalal ini, tampak keakrapan penggurus KONI dan para staf. Mereka langsung bersalaman satu sama lainnya sebagai simbol saling memaafkan atas salah dan dosa selama satu tahun terakhir.

Dalam kesempatan inipun, Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar mengajak para penggurus KONI untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan dengan sebaik mungkin. Apalagi pertengahan September nanti, atlet Sumsel sudah mulai bertanding di PON Jabar 2016.

Dalam ajang ini, Ketua Umum KONI Sumsel H Alex Noerdin sudah jauh-jauh hari menyampaikan bila target kontingen Sumsel menembus 10 besar.

"Itu bisa dicapai bila kita bersama-sama bekerja keras untuk mencapai hal itu," ucapnya.

Penggurus KONI, staf, pelatih, atlet dan pihak terkait harus solid, saling bahu membahu dalam mencapai hal itu.

Sementara itu Sekum KONI Sumsel Ahmad Ahmad Taqwa mengatakan, halal bihalal sudah menjadi tradisi umat Muslim saat lebaran Idul Fitri. Dalam hubungan keluarga atau rekan kerja, tentu ada saja kesalahan yang diperbuat, dan ini menjadi kesempatan untuk kembali suci dari dosa-dosa itu.

"Khususnya dari hubungan antara penggurus KONI Sumsel," ucapnya.

Pihaknya memang sengaja memilih awal pekan ini untuk mengelar halal bihalal, karena saat lebaran Idul Fitri banyak yang mudik ke kampung halaman. Oleh sebab itulah, ketika sudah masuk kerja, acara halal bihalal ini tentu akan jauh lebih efektif. (Ril)

PALEMBANG – Sekretaris Umum KONI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Direktur Politekhnik Negeri Sriwijaya (Polsri) Ahmad Taqwa, menggelar silaturahmi halal bihalal hari raya IdulFitri 1437 Hijriyah bersama jajaran pengurus KONI Sumsel, di kediamannya Perumahan Bukit Sejahtera Blok W nomor 7 Selasa siang (12/7).

Hadir dalam kegiatan tersebut, ketua Harian KONI Sumsel H Nasrun Umur, Wakil Sekretaris Umum II Densyah, Ketua Bidang Organisasi H Asdit Abdullah, Ketua Bidang Pendidikan dan penataran Meirizal, Ketua Bidang Industri Olahraga dan Pengembangan Usaha Nirmala Dewi, jajaran ketua dan wakil ketua bidang, beserta seluruh staf KONI Sumsel lainnya.

Suasana acara halal bihalal ini, tampak keakrapan penggurus KONI dan para staf. Mereka langsung bersalaman satu sama lainnya sebagai simbol saling memaafkan atas salah dan dosa selama satu tahun terakhir.

Dalam kesempatan inipun, Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar mengajak para penggurus KONI untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan dengan sebaik mungkin. Apalagi pertengahan September nanti, atlet Sumsel sudah mulai bertanding di PON Jabar 2016.

Dalam ajang ini, Ketua Umum KONI Sumsel H Alex Noerdin sudah jauh-jauh hari menyampaikan bila target kontingen Sumsel menembus 10 besar.

"Itu bisa dicapai bila kita bersama-sama bekerja keras untuk mencapai hal itu," ucapnya.

Penggurus KONI, staf, pelatih, atlet dan pihak terkait harus solid, saling bahu membahu dalam mencapai hal itu.

Sementara itu Sekum KONI Sumsel Ahmad Ahmad Taqwa mengatakan, halal bihalal sudah menjadi tradisi umat Muslim saat lebaran Idul Fitri. Dalam hubungan keluarga atau rekan kerja, tentu ada saja kesalahan yang diperbuat, dan ini menjadi kesempatan untuk kembali suci dari dosa-dosa itu.

"Khususnya dari hubungan antara penggurus KONI Sumsel," ucapnya.

Pihaknya memang sengaja memilih awal pekan ini untuk mengelar halal bihalal, karena saat lebaran Idul Fitri banyak yang mudik ke kampung halaman. Oleh sebab itulah, ketika sudah masuk kerja, acara halal bihalal ini tentu akan jauh lebih efektif. (Ril)